Seri Kebaikan dan Kebajikan #7

Menebar Kebaikan Dari Trotoar Jalan

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.22″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.9.0″ text_text_color=”#606060″ text_font_size=”16px” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Seorang pejalan kaki yang sedang melangkah di trotoar geram ketika tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh pengendara motor yang berkendaraan di trotoar yang menyalipnya dari belakang dan langsung berhenti menutup jalan. Sang pemotor membeli snack di kios di pinggir trotoar. Ia tidak turun dari motor dan bertransaksi dengan penjual snack dengan masih duduk di sadel motor.

Si pejalan kaki menegur pemotor,

“Mbak, lain kali, jangan berkendara di trotoar dan jangan berhenti di trotoar seperti ini. Parkir di tepi jalan situ kan bisa?”.

Si mbak pemotor tak menimpali, bahkan menatap pak pejalan kaki dengan tatapan tak senang. Sepertinya ia tak sudi ditegur seperti itu.  Si pejalan kaki hanya mengelus dada, sembari merenung kemana raibnya kecerdasan, kesadaran dan keikhlasan sosial?

Sobat Darbecoin, hari ini sang pejalan kaki menyaksikan bahwa kesempatan untuk berbuat baik telah disia-siakan oleh pengendara motor itu. Menggunakan trotoar untuk berkendaraan bermotor dengan alasan apapun, bukan perbuatan yang baik, apalagi menyalip pejalan kaki dan langsung menghambat jalan sang pejalan kaki hanya karena sang pemotor terlalu malas. Kemalasan sang pengendara motor untuk berjalan satu atau dua meter dari pinggir jalan ke lapak snack telah menghilangkan peluang untuk berbuat baik, mengurangi hak pejalan kaki dan membuatnya menjadi anti-sosial karena enggan minta maaf pada pejalan kaki.

Sobat Darbecoin, Anda bisa melakukan kebaikan dengan tidak menggunakan trotoar sebagai jalur berkendaraan. Trotoar disediakan untuk pejalan kaki, bukan untuk lahan parkir dan bukan pula untuk memacu kendaraan. Mari mulai saat ini melakukan kebaikan sederhana dengan tidak menggunakan trotoar untuk bermotor atau parkir motor. Ini merupakan kebaikan nyata, yang tanpa biaya dan mencerminkan sikap saling hormat sesama pengguna. Dan ini juga merupakan cara membangun sikap sosial yang teramat positif.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *