Seri Kebaikan dan Kebajikan #17

Dapatkan Hormon Bahagia Dengan Berbuat Baik

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.22″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.9.0″ text_text_color=”#606060″ text_font_size=”16px” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Ilustrasi kisah #1:

Anda keluar dari sebuah minimarket. Di depan minimarket ada penjual makanan kecil tradisional duduk lesehan di lantai kotor parkiran terkantuk-kantuk menunggu pembeli. Anda putuskan untuk membeli sebungkus makanan kecil seharga Rp 10.000 itu walau Anda tidak butuh. Anda kemudian melihat seorang pemulung tua di pinggir jalan. Makanan kecil itu kemudian Anda berikan kepada pemulung yang dengan suka cita menerima pemberian Anda. Pada momen ini ada tiga orang yang happy, yakni Anda, pedagang makanan kecil dan pemulung. Sebungkus jajanan menghadirkan kegembiraan kepada tiga orang secara berurutan.

Ilustrasi kisah #2:

Seorang bocah baru saja dibelikan mainan pesawat terbang oleh ibunya di sebuah toko. Di luar toko, seorang bocah lain, anak seorang pedagang gorengan yang tengah bermain dengan kardus bekas, berhenti bermain dengan kardus dan menatap mainan pesawat di tangan bocah di dalam toko. Si bocah di dalam toko melihat bocah pedagang gorengan, dan tiba-tiba saja ia berkata pada ibunya, “Ma, pesawat ini aku berikan ke anak itu. Boleh ya?” Si Ibu melihat sekilas dan mengangguk. Bocah di dalam toko membawa pesawat itu ke bocah di dekat gerobak gorengan dan memberikan pesawat itu. Si bocah anak penjual gorengan luar biasa gembira. Si anak Ibu juga happy.

Ilustrasi Kisah #3:

Seorang perempuan tua pedagang buah mengalami kesulitan mendorong gerobak penuh buah di jalanan menanjak. Anda segera membantu mendorongnya sampai jalanan mendatar dan si ibu tua cukup kuat mendorong gerobak. Si ibu tua senang dibantu. Anda juga happy karena bisa membantu.

Mengapa manusia menjadi happy ketika tulus berbuat kebaikan dan ketika menerima kebaikan? Itu karena kerja hormon oksitoksin yang ada dalam tubuh manusia. Hormon oksitosin dihasilkan secara alami di area hipotalamus pada otak manusia, yang kemudian dikeluarkan kelenjar pituitari yang berlokasi di dasar otak. Hormon ini dikenal pula sebagai  love hormone (hormon kasih sayang). Di dalam jurnal berjudul ‘Oxytocin: the neuropeptide of love reveals some of its secrets’ tulisan Inga D. Neumann (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17403367/), disebutkan bahwa  hormon oksitosin memiliki dampak positif dalam kehidupan psikososial manusia. Hormon ini menimbulkan rasa rileks, meningkatkan kestabilan psikologis, dan meredakan stres dan kecemasan. Oksitosin, bersama dengan dopamine dan serotonin seringkali disebut sebagai hormon bahagia karena karena ketika kita menyukai atau bersimpati pada orang lain, otak kita akan mengeluarkan hormon dopamine yang meningkatkan hormon serotonin dan menghasilkan hormon oksitosin. Ini membuat kita merasakan perasaan bahagia dan emosi yang positif.

Berbuat kebaikan, misalnya dengan memberikan sesuatu, memberikan bantuan tenaga, menyumbangkan pikiran, meringankan beban orang lain menimbulkan rasa bahagia bagi pemberi dan penerimanya karena dalam proses kebaikan ini baik pemberi dan penerima sama-sama mendapatkan imbalan berupa kegembiraan dan perasaan cinta kasih antarmanusia.

Ketika hati Anda tergerak untuk meringankan beban orang lain, ketika Anda sukarela menjalankan kebaikan, ketika si bocah di toko mulai tumbuh empati dan kasih sayangnya kepada sesama, ketika orang lain menjadi gembira karena kebaikan kita, senyatanya kita telah sama-sama memanfaatkan kebaikan pemberian Tuhan, yakni hormon oksitosin yang ada dalam diri kita, yang dengan mudah kita dapatkan bila kita berbuat kebaikan dan menrima kebaikan dari orang lain.

Sobat DarbeCoin, tidak inginkah Anda merasakan tuah hormon oksitosin dan bahagia dengan melakukan kebaikan?

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *