Seri Kebaikan dan Kebajikan #05

ELON MUSK: Gagasan Hebat Bermuasal dari Hasrat Berbuat Baik

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.22″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”4.9.0″ text_text_color=”#606060″ text_font_size=”16px” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]

Elon Reeve Musk, 50 tahun adalah insinyur, pencipta dan pengusaha kelahiran Afrika Selatan dari ibu asal Canada dan ayah asal Afrika Selatan. Ia melewatkan masa kanak-kanak di Afrika Selatan, dan pindah ke Kanada pada usia 17 tahun. Ia mengantongi gelar S1 di bidang ekonomi dan fisika sekaligus, dan kemudian pindak ke California pada tahun 1995 untuk kuliah di Stanford University dan menekuni bisnis. Ia mendirikan sejumlah perusahaan, di antaranya PayPal. Pada tahun 2002 Elon mendirikan SpaceX, podusen alat transportasi ruang angkasa. Pada tahun 2004 ia bergabung dengan Tesla, Inc, pabrik kendaraan bermotor listrik dan menjadi CEO pada tahun 2008. Semua bisnis yang ia tangani sukses besar berkat tangan dinginnya. Dengan kekayaan bernilai USD 182 miliar pada bulan Maret 2021, ia adalah orang terkaya di dunia saat ini.

Di balik suskes Elon, ada Maye Musk, ibu Elon. Di usia 72 tahun, Maye sudah bekerja sebagai model selama 50 tahun dan sampai saat ini masih menyandang gelr supermodel dan menjadi konsultan diet. Maye berpisah dari suaminya pada saat ia berusia 31 tahun. Ia menanggung hidup tiga anak: Elon, Kimbal danTosca. Ketiga anak ini membantu Maye bekerja sebagai konsultan diet, antara lain dengan mengetik nama klien, mengatur jadwal pertemuan dan sebagainya. Maye membiarkan anak-anaknya tumbuh mandiri. Dia juga tidak pernah memeriksa PR anak-anak. “Itu tanggungjawab mereka,” kata Maye. Ketika Elon kuliah, Elon harus hidup berhemat sering dengan hanya 1 dollar sehari dan cukup makan mi serta tidur di lantai. Ketika Maye menerima gaji pertamanya, ia beli karpet untuk tidur ketiga anaknya, dan barulah membeli komputer untuk Elon dan Kimbel ketika Maye terima gaji  kedua di pekerjaannya. Maye mengajar anak-anaknya untuk tidak mudah menyerah.

Namun yang lebih penting adalah bagaimana  Maye menanamkan konsep kehidupan sosial yang teramat penting. Dalam sebuah wawancara dengan Mindvalley (sebuah Page di Facebook) yang berjudul  ‘The Mother Who Raised the Richest Man in the World’, ia ditanya oleh pewawancara: “What is the most important trait you want to instil in a child?” (Karakter apa yang Anda ingin tanam pada anak?”). Maye menjawab,”I like him to be considerate of others. Let them just be kind to others” (Saya ingin dia berbuat arif bijaksana pada orang lain. Beri kesempatan mereka untuk berbuat baik pada orang lain).

Apakah kebaikan dan kebiasan berbuat baik membuat orang jadi kaya? Mungkin tidak. Tetapi berbuat baik setidaknya adalah cara kita memahami orang lain dan kesulitan orang lain. Elon sangat memahami pesan ibunya untuk selalu berbuat baik yang ia terjemahkan sebagai cara memahami keinginan dan kesulitan orang lain. Elon mendengarkan kebutuhan konsumennya dan segera menyesuaikan kehendak pelanggan dengan membuat sejumlah perubahan besar. Tanpa berpikir tentang kebaikan kepada orang lain tak mungkin ia sampai pada gagasan menciptakan mobil listrik antipolusi TESLA yang merupakan jawaban atas krisis perubahan iklim yang mengancam dunia. Ia menyumbang ratusan baterai tenaga matahari ke Puerto Rico yang baru saja terhantam badai Maria, dan ia baru saja memproduksi banyak sekali suku cadang ventilator yang sangat dibutuhkan oleh pasien Covid-19. Semua inovasi di bidang usahanya ia ciptakan berangkat dari empati atas kesulitan sosial dan lingkungnnya. Gagasan-gagasan besarnya dimulai dari sikap baik terhadap sesama!

Apakah Elon Musk menginspirasi Anda?

 

Sumber : https://www.facebook.com/mindvalley/

Sumber pendukung : http://www.forbes.com,  http://www.businessinsider.com

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *