Seri Kebaikan dan Kebajikan #02

Small Actions Can Impact The Next Person

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.22″][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”4.9.0″ text_text_color=”#606060″ text_font_size=”16px” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Ketika pesawat terbang dari Jacksonville di Florida hendak mendarat di Dallas, Texas, pramugari berusia 29 tahun, Breuanna Ross bicara melalui speaker kepada penumpang pesawat: “Sebelum kita berpisah sore ini, perkenankanlah saya menyampaikan beberapa patah kata untuk Anda. Sebagaimana kita ketahui, industri penerbangan terkena imbas pandemik dunia. Rute penerbangan berkurang, dan pesawat kami banyak tak beroperasi. Akibatnya terpaksa ada pengurangan karyawan. Saya dan kru lain di penerbangan ini akan dirumahkan mulai 1 Oktober 2020 dan ini adalah penerbangan terakhir saya. Saya tidak akan pernah melupakan wajah-wajah ramah Anda, dan dari lubuk hati terdalam terucap terimakasih atas kebaikan yang Anda tunjukkan pada perbangan hari ini. Kita tak akan pernah tahu bahwa tindakan-tindakan kecil bisa sangat bermakna bagi orang lain. Selalulah berbuat baik kepada sesama. Semaikan kebajikan dengan setiap orang. Hiduplah berdampingan dengan damai dengan orang lain. Sampai jumpa. Jaga diri dan jaga kesehatan Anda”

 

Breaunna adalah salah satu dari 40.000 karyawan penerbangan Amerika yang harus kehilangan pekerjaan. Ia tak tahu setelah 1 Oktober nanti bagaimana ia menghidupi diri dan membayar tagihan. Cari kerja teramat sulit di masa pandemik. Tapi ia tak lantas menunjukkan keluh kesah. Melalui corong kabin pesawat itu ia justru menebarkan pesan kebaikan dan kebajikan. Ketika pesawat telah mendarat di Dallas, Breaunna menerima secarik kertas yang ditulis seorang perempuan penumpang, isinya ucapan terimakasih karena Breaunna telah mengingatkan orang untuk senantiasa berbagi kebaikan. Ia juga didoakan agar sukses, dan dijanjikan donasi uang melalui sebuah lembaga amal.

 

Sejawat sarankan agar Breaunna mengunggah rekaman video saat ia bicara lewat sistem Passenger Announcement pesawat di Facebook. Ia jadi viral. Sejumlah media, termasuk BBC memviralkan pesan Breaunna. Videonya di FB dipirsa oleh lebih dari 2 juta orang. Agaknya semua orang saat ini tersadarkan bahwa kebaikan perlu menjadi bagian penting hidup manusia.

 

Apa yang Breaunna lakukan sederhana saja, tapi sangat bermakna. Pada saat ini, saat semua orang di seluruh dunia hidup dalam situasi sulit, dalam penantian dan banyak ketidakpastian. Maka kebaikan dan kebajikan adalah adalah secercah cahaya terang. Tak selalu perlu biaya dan tenaga besar untuk melakukan kebaikan. Tak perlu saat yang tepat untuk menjalankan kebaikan. Dan kebaikan tak selalu harus dalam wujud besar. Percik-percik kebaikan: dalam bentuk senyum tulus, tutur kata yang ramah, pilihan kata-kata yang berenerji positif, keperdulian sosial yang tak perlu biaya dan tenaga, perhatian pada sesama dan gerak hati tulus kita, akan sangat bermakna untuk bisa melewati riak-riak hidup.

 

Kata Breuanna, “With so much happening in the world, you never know how small actions can impact the next person. Please be kind to one another”.

 

Sumber : https://www.instagram.com/p/CHcdihZJ9b9/?hl=en

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *